Sabtu, 12 Januari 2013

Bab : Menempuh Jalan Kebenaran

Al-Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata: “Kamu jangan merasa rendah diri karena menempuh jalan yang benar walaupun sedikit orang yang menempuhnya, dan kamu jangan tertipu dengan yang bathil walaupun banyak orang yang mengamalkannya.”


Bab : Kefahaman dan Ilmu


"Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya (tentang) Agama (Islam)" [HR Bukhari no. 2948 dan Muslim no. 1037]

"Barangsiapa yang meniti suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan untuknya jalan menuju Surga" [HR Muslim no. 2699 dan At-Tirmidzi no. 2646]

Sumber : Digitalhuda.

Rabu, 9 Januari 2013

Bab : Kalimah ALLAH


قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ تَعَالَوْا إِلَىٰ كَلِمَةٍ سَوَاءٍ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ أَلَّا نَعْبُدَ إِلَّا اللَّهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللَّهِ ۚ فَإِن تَوَلَّوْا فَقُولُوا اشْهَدُوا بِأَنَّا مُسْلِمُونَ

Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah". Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: "Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)". [QS:3:64]

kalau ada yang berhujjah bahawa ayat ini membenarkan penggunaan kalimah Allah, saya rasa kena cek semula. kalimah ini mengajak ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) untuk mengakui Allah sebagai Tuhan, bukan sekadar nama, tetapi pada zat dan sifatnya juga, TUNGGAL! memang tidak salah sekiranya orang bukan Islam mahu menggunakan kalimah Allah, tetapi mereka WAJIB mengakui dan beriman dengan keEsaan Allah dan Tunggalnya Dia.
Sumber : Blog Bicara Islam.


Selasa, 8 Januari 2013

Bab : Sedekah


Janganlah Bersedekah Agar Didoakan Orang


Sedekah akan mengangkat kedudukan seseorang apabila dilakukan ikhlas karena Allah; tanpa mengharap doa, ucapan terima kasih, popularitas, atau nilai-nilai duniawi lainnya. Kalau Anda bersedekah kepada fakir miskin, maka janganlah sedekah itu Anda lakukan agar ia. mendoakanmu; akan tetapi berinfaklah untuknya demi meraih ridha Allah, agar Dia menggolongkanmu ke dalam firman-Nya berikut:
“Dan diantara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena mencari keridhaan Allah; dan Allah Maha Penyantun kepada hamba­-hamba-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 207).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam menjelaskan firman Allah berikut:
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insan: 8-9).
Beliau mengatakan: “Barangsiapa menuntut doa atau pujian dari fakir miskin, maka ia telah keluar dari maksud ayat di atas; karena dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Jika seseorang berbuat baik kepadamu maka balaslah kebaikannya; namun jika kamu tidak mampu memberi balasan serupa, maka doakan­lah ia sampai kamu merasa telah membalas kebaikannya”.
Tersebab itulah konon ummul mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha kalau me­ngutus seseorang untuk menyerahkan hadiah bagi suatu kaum, beliau berpesan pada utusan tadi: “Simaklah apa yang mereka doakan untuk kita. Kemudian balaslah doa mereka dengan doa serupa, agar pahala kita tetap terjaga di sisi Allah”. Sebagian. salaf mengatakan: “Jika orang miskin yang kau santuni mengucapkan: “Baarakallaahu ‘alaik” (semoga Allah memberkahimu), maka ucapkan pula: “Baarakallaahu ‘alaik” (semoga Allah memberkahimu juga)”. Maksudnya, kalau ia membalas kebaikanmu dengan doa, maka doakan ia dengan doa serupa; agar tidak ada sedikit pun dari kebaikannya yang kembali kepadamu. [1]
Beliau juga mengatakan: “Barangsiapa mengharap balasan dari manusia, apakah itu pujian, doa, atau lainnya; berarti ia belum berbuat baik untuk mereka karena Allah”.[2] Demikianlah Syaikhul Islam menjelaskan bahwa sedekah yang diberikan karena mengha­rapkan doa tidak akan memasukkan pelakunya ke dalam firman Allah:
“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah…” [QS.al-Insan:9]
Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya bersedekah murni karena Allah. Adapun dampak positif yang ditimbulkan seperti tertanggulanginya kesulitan dan hilangnya kesedihan; maka itu merupakan buah dari sedekah yang berangkat dari keikhlasan.
Wallahu A’lam
Sumber: Buku “Langkah Pasti Menuju Bahagia”,  Dr.Abdul Muhsin bin Muhammad al-Qasim, Penerbit at-Tibyan.

Khamis, 3 Januari 2013

Bab : Dalil Sebab Manusia Diciptakan


  • Dalil dari Al Quran
]وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالأِنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ[ (الذريات:56)
Dan tidaklah Kami ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepadaKu.
  • Dalil dari As Sunnah
)حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئاً (  متفق عليه
Hak Allah Subhanahu wata’ala atas hambaNya bahwa mereka menyembahNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu pun
        

Bab : Nasihat

"Wahai anakku, jika kamu melihat seseorang berbuat kebaikan yang amat menawan, maka harapkanlah kebaikan dengannya meskipun di mata orang lain, dia seorang jahat, karena kebaikan itu memiliki banyak saudara. Dan jika kamu melihat seseorang berbuat keburukan yang nyata, maka menghindarlah darinya meskipun di mata orang lain, dia adalah orang baik, karena keburukan itu juga memiliki banyak saudara. Dan ketahuilah bahwa kebaikan akan menunjukkan kepada saudara-saudaranya (jenis-jenisnya yang lain), demikian pula dengan keburukan.

Urwah bin az-Zubair.

Selasa, 1 Januari 2013

Bab : Beramal Dengan Qur`an

Dari Nawwas bin Sam’an r.a katanya, aku telah mendengar Rasulullah s.a.w bersabda “Dibawa di Hari Kiamat nanti Al-Quran dan ahlinya, yang beramal dengannya di dunia. Mendahuluinya oleh Suratul Baqarah dan Ali Imran, kedua-duanya berhujah membela tuannya”. – Hadis Riwayat Muslim (dengan riwayat yang sahih)