Selasa, 7 Ogos 2012

Bab: Meninggal Ketika Sujud


Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad bercerita tentang ketaqwaan seorang anak perempuan yang dalam kondisi apapun, dia tetap memilih melaksanakan shalat tepat waktu, meski dia harus menentang kemauan ibunya.
Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad bertutur…
“…Setelah melaksanakan shalat Maghrib pengantin wanita ini berhias, dia menggunakan gaun pengantin putih yang indah, dia betul-betul telah mempersiapkan dirinya untuk pesta pernikahannya. Tiba-tiba dia mendengar azan Isya sudah menggema, dia sadar kalau wudhunya telah batal.
Dia berkata kepada ibunya, “Bu, aku mau berwudhu dan shalat Isya dulu.”
Ibunya sangat terkejut, “Apa kamu sudah gila? Tamu sudah menunggumu untuk melihatmu, bagaimana dengan make-up mu? Semuanya akan terbasuh oleh air.”
Ibunya menambahkan, “Aku ini ibumu, sekarang Ibu katakan jangan shalat sekarang! Demi Allah, jika kamu berwudhu sekarang, Ibu akan marah kepadamu!”
Lalu anaknya menjawab, “Demi Allah, aku tidak akan pergi dari ruangan ini, hingga aku shalat, ibu. Ibu harus tahu bahwa tidak ada kepatuhan kepada makhluk dalam kemaksiatan kepada Allah!”
Lalu ibunya menimpali, ” Apa yang akan dikatakan tamu-tamu kita tentang dirimu ketika kamu tampil nanti dalam pesta pernikahanmu tanpa make-up? Kamu pasti tidak lagi terlihat cantik di mata mereka! Mereka akan mengolok-olok dirimu !”
Anak perempuannya itu berkata dengan tersenyum, “Apakah Ibu takut karena aku tidak terlihat cantik di mata makhluk (manusia)? Bagaimana dengan Penciptaku (Allah)? Yang aku takuti adalah jika dengan sebab kehilangan shalat, aku tidak akan tampak cantik di mata Allah.”
Lalu, pengantin ini berwudhu, maka seluruh make-upnya terbasuh tanpa tersisa. Namun, dia tidak merasa bermasalah dengan apa yang dia lakukan.
Kemudian pengantin ini memulai shalatnya. Pada saat dia bersujud dalam shalatnya, ternyata itulah sujudnya yang terakhir.
Pengantin wanita ini telah meninggal dalam sujudnya dan itu adalah akhir yang indah. Wafat dengan keadaan bersujud di hadapan Pencipta-Nya.
Betapa akhir yang luar biasa bagi seorang Muslimah yang teguh untuk mematuhi Tuhannya! Ia telah menjadikan Allah dan ketaatan kepada-Nya sebagai prioritas pertama, tutup Syaikh Abdul Muhsin Al-Ahmad.

Sumber: dakwatuna

Isnin, 6 Ogos 2012

Bab: Hasad


Ibnu Taimiyah: 


“ Tidak ada jiwa yang terbebas dari 
hasad. Namun orang mulia menyembunyikannya, 
sedangkan orang yang tercela menampakkannya. ” 
(Kasyf al Khafa’ I/272)

Ahad, 5 Ogos 2012

Bab : Pahala

PAHALA ATAS KEISLAMAN



٢٤٧-إِذَا أَسْلَمَ الْعَبْدُ فَحَسُنَ إِسْلَامُهُ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ كُلَّ حَسَنَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا وَمُحِيَتْ عَنْهُ كُلُّ سَيِّئَةٍ كَانَ أَزْلَفَهَا ثُمَّ كَانَ بَعْدَ ذَلِكَ الْقِصَاصُ الْحَسَنَةُ بِعَشْرَةِ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ وَالسَّيِّئَةُ بِمِثْلِهَا إِلَّا أَنْ يَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا

“Jika seseorang telah masuk islam dan melaksanakannya dengan konsekuen, maka Allah akan (memerintahkan kepada malaikat untuk) menulis semua kebaikan yang pernah dilakukannya, dihapuskan semua keburukan yang pernah dilakukannya. Kemudian setelah itu ada qishash, satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kali lipat sampai tujuh ratus. Sedang keburukan dengan balasan yang sama, kecuali jika Allah mengampuninya.” 

Hadits ini ditakhrij oleh An-Nasa’i (2/167-168) melalui Shofwan bin Shaleh, ia berkata: “Al-Wahid telah meriwayatkan kepada kami dari Zaid bin Aslam dari Atha’ bin Yasar dari Abu Sa’id Al-Khudhari, ia berkata: “Rasulullah r bersabda: (Kemudian ia menyebutkan sabda Nabi di atas).”



Sumber : Perisai Islam

Sabtu, 4 Ogos 2012

Bab: Mati Dalam Kekafiran

Ketahuilah wahai muslim , wahai hamba Allah , bahawa orang yang mati dalam keadaan kafir , musyrik , atau murtad , tidaklah sah segala amalan baiknya , seperti shadaqah , silaturahmi , menjaga tetangga dan sebagainya. Kerana syarat sahnya ibadah adalah mengetahui untuk siapa ia beribadah. Sedangkan orang kafir kehilangan syarat ini , maka amalannya pun batal.
Allah s.w.t berfirman:  " .... Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya , lalu dia mati dalam kekafiran , maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya . "( QS. Al-Baqarah: 217 )

Sumber: Pustaka Imam syafie.

Bab: Hari Mahsyar


Surah Al Mutaffiffin
 
Ayat 6

يَوْمَ يَقُومُ النَّاسُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ




Hari berdiri manusia untuk mengadap Tuhan sekalian alam?

Jumaat, 3 Ogos 2012

Bab : Dosa


Surah Al An'aam
 
Ayat 6

أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَبْلِهِمْ مِنْ قَرْنٍ مَكَّنَّاهُمْ فِي الْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّنْ لَكُمْ وَأَرْسَلْنَا السَّمَاءَ عَلَيْهِمْ مِدْرَارًا وَجَعَلْنَا الْأَنْهَارَ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَاهُمْ بِذُنُوبِهِمْ وَأَنشَأْنَا



Tidakkah mereka memerhatikan berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (umat itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi (dengan kekuasaan dan kemewahan) yang tidak Kami berikan kepada kamu, dan Kami turunkan hujan atas mereka dengan lebatnya, dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka dengan sebab dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka, umat yang lain.

Rabu, 1 Ogos 2012

Bab: Rasuah

 “Apakah kamu akan memberikan harta kepa­daku? Apa yang Allah berikan kepadaku lebih baik daripada apa yang Allah berikan kepadamu. (QS. an-Naml [27]:36)